Langsung ke konten utama

Persiapan Strategi dan Posisi (Sebelum Perang Badar)

Menempati Posisi yang Lebih Strategis

Setelah mengumpulkan data pada sore hari, Nabi Muhammad dan para sahabatnya mempersiapkan strategi untuk menghadapi kaum Quraisy pada perang Badar yang akan diadakan besoknya. Mereka mendahului kaum Quraisy mengambil tempat strategis untuk ditempati, yaitu di dekat mata air Badar. Berkat saran dari Al-Hubab bin Al-Mundzir, maka dipilihlah tempat yang paling dekat dengan mata air dan ditimbunlah kolam-kolam di belakang mereka, kemudian dipenuhkan satu kolam khusus. Dengan itu mereka bisa mendapatkan persediaan air minum sedangkan lawannya tidak.

Di sini kita dapat melihat bahwa pentingnya mempertimbangkan lokasi kita berada dan keuntungan lokasi tersebut.


Posisi Komandan Perang

Setelah berhenti di tempat yang dimaksudkan, dekat mata air, Sa'ad bin Mu'adz mengusulkan kepada Rasulullah, bagaimana jika kaum Muslimin membuat tempat khusus bagi beliau untuk memberikan komando, sekaligus sebagai antisipasi adanya serangan yang mendadak serta kemungkinan jika mereka terdesak dan sebelum memastikan kemenangan.

Maka Rasulullah memohon dan mendoakan kebaikan bagi Sa'ad.

Di sini kita bisa menyadari betapa loyalnya para sahabat pada Rasulullah. Mereka mencarikan tempat yang aman untuk beliau bahkan mempersiapkan solusi jika seandainya keadaan terdesak.

Kemudian kaum Muslimin membuat sebuah tenda di tempat yang tinggi. Tepatnya di sebelah timur laut dari medan perang. Ada beberapa pemuda Anshar yang telah ditunjuk menyertai Sa'ad bin Mu'adz yang berjaga-jaga di sekitar Rasulullah.

Dikutip dari Sirah Nabawi/ Sirah Rasulullah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri

Komentar

Popular Posts

Cukuplah Allah bagiku

Hidup di dunia sebentar, tapi terasa begitu lama karena tak memiliki kepastian akhir. Setiap orang yang di dunia pasti didatangi oleh berbagai macam permasalahan. Dan tak semuanya yang dapat menyelesaikannya. Ketika gagal, merupakan hal wajar bagi seseorang itu untuk kecewa dan putus asa. Walaupum begitu, percayalah, bahwa kekecewaan itu tak akan bertahan lama. Titipkan harapanmu pada Yang Maha Kuasa. Insyaallah semuanya akan membaik. حسبي الله و نعم الوكيل Cukuplah bagiku Allah, sebaik-baik perwakilan.

Semangat?

Pernah gak sih kamu merasa ada yang berbeda ketika lagi semangat dan gak semangat. Pas lagi semangat, apapun yang dilakukan bisa cepat selesai. Sebaliknya, kalau lagi malas, apapun itu pasti lama mengerjainnya. Bahkan ada aja alasan yang membuat kita menunda-nunda pekerjaan tersebut. Nah, sekarang coba begini. Ketika semangat, kita tidak melakukan apa-apa. Sengaja begitu. Kira-kira gimana rasanya? Tentu akan ada rasa gak enakan dan resah. Resah waktu yang ada ini gak termanfaatkan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semangat itu mempengaruhi hasil perbuatan seseorang. Nah, itu saja untuk kali ini. 

Perjalananku Menulis di Blog

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 27 Oktober 2023, diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari khusus khusus untuk memperingati dan mengapresiasi kegiatan seorang blogger. Lalu di bulan ini, November, juga ada sebuah peringatan yang masih terkait dengan kegiatan menulis, yaitu NaNoWriMo (National Novel Writing Month). Setelah mengetahui hal ini, aku tertarik ingin mengikuti tantangan di peringatan ini, meskipun tidak berpartisipasi secara langsung di acaranya. Lebih tapatnya aku ikut mengambil semangat menulisnya. Nah, kali ini aku ingin bercerita mengenai perjalananku menulis di blog. Kalau dipikir-pikir bagaimana aku bisa mulai menulis di blog, kisahnya cukup panjang. Setelah sekitar tujuh tahun semenjak aku membuat blog pertama, aku merasa kalau kemampuan menulisku masih kurang baik dan aku masih tergolong amatir. Alasannya cukup jelas, aku gak terlalu serius menulis dari dulu. Bisa dibilang berkecimpungnya diriku di blog hanya untuk mengisi w...