Menempati Posisi yang Lebih Strategis
Setelah mengumpulkan data pada sore hari, Nabi Muhammad dan para sahabatnya mempersiapkan strategi untuk menghadapi kaum Quraisy pada perang Badar yang akan diadakan besoknya. Mereka mendahului kaum Quraisy mengambil tempat strategis untuk ditempati, yaitu di dekat mata air Badar. Berkat saran dari Al-Hubab bin Al-Mundzir, maka dipilihlah tempat yang paling dekat dengan mata air dan ditimbunlah kolam-kolam di belakang mereka, kemudian dipenuhkan satu kolam khusus. Dengan itu mereka bisa mendapatkan persediaan air minum sedangkan lawannya tidak.
Di sini kita dapat melihat bahwa pentingnya mempertimbangkan lokasi kita berada dan keuntungan lokasi tersebut.
Posisi Komandan Perang
Setelah berhenti di tempat yang dimaksudkan, dekat mata air, Sa'ad bin Mu'adz mengusulkan kepada Rasulullah, bagaimana jika kaum Muslimin membuat tempat khusus bagi beliau untuk memberikan komando, sekaligus sebagai antisipasi adanya serangan yang mendadak serta kemungkinan jika mereka terdesak dan sebelum memastikan kemenangan.
Maka Rasulullah memohon dan mendoakan kebaikan bagi Sa'ad.
Di sini kita bisa menyadari betapa loyalnya para sahabat pada Rasulullah. Mereka mencarikan tempat yang aman untuk beliau bahkan mempersiapkan solusi jika seandainya keadaan terdesak.
Kemudian kaum Muslimin membuat sebuah tenda di tempat yang tinggi. Tepatnya di sebelah timur laut dari medan perang. Ada beberapa pemuda Anshar yang telah ditunjuk menyertai Sa'ad bin Mu'adz yang berjaga-jaga di sekitar Rasulullah.
Dikutip dari Sirah Nabawi/ Sirah Rasulullah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
Komentar
Posting Komentar