Langsung ke konten utama

Libur dan Malas

Waktu libur yang kudapatkan kali ini cukup panjang, sejak tanggal 24 juni sampai 30 juli. Tapi masuknya tanggal 1 agustus. Jika dimanfaatkan dengan baik, banyak hal yang bisa diselesaikan.

Tapi ternyata waktu itu berlalu dengan cepat. Setengahnya sudah dilewatkan. Pencapaian yang diharapkan masih belum juga terwujud. Kenapa?

Sebenarnya ini ada hubungannya dengan malas, salah satu penyakit yang pernah diderita oleh hampir kebanyakan orang. Walaupun terkadang ia sadar tujuannya tidak berjalan, tetapi ia tetap mengabaikannya. Akhirnya tanpa disadari waktunya sudah banyak habis. Ketika sudah sampai di penghujung deadline, baru ia berkejar-kejaran dengan waktu.

Orang bilang akan ada semangat yang menggebubu pada saat itu, the power of kepepet. Terkadang pelajar pada masa ujian atau ada tugas juga melakukan itu, SKS (Sistem kebut semalam). Semua pelajaran yang akan diuji atau tugas yang ditagih akan dituntaskan pada malam sebelum pertemuan.

Pertanyaannya ialah apakah mungkin sesuatu yang dilakukan secara borongan dan kebutan itu bisa sempurnya? Dan apakah ada jaminan bahwa tugas tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat itu?

Komentar

Popular Posts

Cukuplah Allah bagiku

Hidup di dunia sebentar, tapi terasa begitu lama karena tak memiliki kepastian akhir. Setiap orang yang di dunia pasti didatangi oleh berbagai macam permasalahan. Dan tak semuanya yang dapat menyelesaikannya. Ketika gagal, merupakan hal wajar bagi seseorang itu untuk kecewa dan putus asa. Walaupum begitu, percayalah, bahwa kekecewaan itu tak akan bertahan lama. Titipkan harapanmu pada Yang Maha Kuasa. Insyaallah semuanya akan membaik. حسبي الله و نعم الوكيل Cukuplah bagiku Allah, sebaik-baik perwakilan.

Semangat?

Pernah gak sih kamu merasa ada yang berbeda ketika lagi semangat dan gak semangat. Pas lagi semangat, apapun yang dilakukan bisa cepat selesai. Sebaliknya, kalau lagi malas, apapun itu pasti lama mengerjainnya. Bahkan ada aja alasan yang membuat kita menunda-nunda pekerjaan tersebut. Nah, sekarang coba begini. Ketika semangat, kita tidak melakukan apa-apa. Sengaja begitu. Kira-kira gimana rasanya? Tentu akan ada rasa gak enakan dan resah. Resah waktu yang ada ini gak termanfaatkan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semangat itu mempengaruhi hasil perbuatan seseorang. Nah, itu saja untuk kali ini. 

Perjalananku Menulis di Blog

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 27 Oktober 2023, diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari khusus khusus untuk memperingati dan mengapresiasi kegiatan seorang blogger. Lalu di bulan ini, November, juga ada sebuah peringatan yang masih terkait dengan kegiatan menulis, yaitu NaNoWriMo (National Novel Writing Month). Setelah mengetahui hal ini, aku tertarik ingin mengikuti tantangan di peringatan ini, meskipun tidak berpartisipasi secara langsung di acaranya. Lebih tapatnya aku ikut mengambil semangat menulisnya. Nah, kali ini aku ingin bercerita mengenai perjalananku menulis di blog. Kalau dipikir-pikir bagaimana aku bisa mulai menulis di blog, kisahnya cukup panjang. Setelah sekitar tujuh tahun semenjak aku membuat blog pertama, aku merasa kalau kemampuan menulisku masih kurang baik dan aku masih tergolong amatir. Alasannya cukup jelas, aku gak terlalu serius menulis dari dulu. Bisa dibilang berkecimpungnya diriku di blog hanya untuk mengisi w...