Langsung ke konten utama

Malam yang Tenang (Sebelum Perang Badar)

Saat hujan masih turun, Rasulullah menyiagakan pasukan. Beliau berkeliling di arena yang akan dijadikan ajang pertempuran. Beliau menunjukkan jarinya ke suatu tempat sambil berkata, “Ini tempat kematiannya Fulan esok hari InsyaaAllah, dan ini tempat kematian Fulan InsyaaAllah.”

Pada malam itu beliau lebih banyak mendirikan shalat di dekat pangkal pohon yang tumbuh di sana. Kaum muslimin tidur dengan hembusan napas yang tenang seakan menyinari angkasa. Hati mereka ditaburi keyakinan. Mereka cukup istirahat pada malam itu, dengan harapan esok paginya dapat melihat kabar gembira dari Allah.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (Al-Anfal: 11)

Malam itu adalah malam jumat, 17 Ramadhan 2 H.


Dikutip dari Sirah Nabawi/ Sirah Rasulullah, Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri

Komentar

Popular Posts

Cukuplah Allah bagiku

Hidup di dunia sebentar, tapi terasa begitu lama karena tak memiliki kepastian akhir. Setiap orang yang di dunia pasti didatangi oleh berbagai macam permasalahan. Dan tak semuanya yang dapat menyelesaikannya. Ketika gagal, merupakan hal wajar bagi seseorang itu untuk kecewa dan putus asa. Walaupum begitu, percayalah, bahwa kekecewaan itu tak akan bertahan lama. Titipkan harapanmu pada Yang Maha Kuasa. Insyaallah semuanya akan membaik. حسبي الله و نعم الوكيل Cukuplah bagiku Allah, sebaik-baik perwakilan.

Semangat?

Pernah gak sih kamu merasa ada yang berbeda ketika lagi semangat dan gak semangat. Pas lagi semangat, apapun yang dilakukan bisa cepat selesai. Sebaliknya, kalau lagi malas, apapun itu pasti lama mengerjainnya. Bahkan ada aja alasan yang membuat kita menunda-nunda pekerjaan tersebut. Nah, sekarang coba begini. Ketika semangat, kita tidak melakukan apa-apa. Sengaja begitu. Kira-kira gimana rasanya? Tentu akan ada rasa gak enakan dan resah. Resah waktu yang ada ini gak termanfaatkan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semangat itu mempengaruhi hasil perbuatan seseorang. Nah, itu saja untuk kali ini. 

Perjalananku Menulis di Blog

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 27 Oktober 2023, diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Hari tersebut ditetapkan sebagai hari khusus khusus untuk memperingati dan mengapresiasi kegiatan seorang blogger. Lalu di bulan ini, November, juga ada sebuah peringatan yang masih terkait dengan kegiatan menulis, yaitu NaNoWriMo (National Novel Writing Month). Setelah mengetahui hal ini, aku tertarik ingin mengikuti tantangan di peringatan ini, meskipun tidak berpartisipasi secara langsung di acaranya. Lebih tapatnya aku ikut mengambil semangat menulisnya. Nah, kali ini aku ingin bercerita mengenai perjalananku menulis di blog. Kalau dipikir-pikir bagaimana aku bisa mulai menulis di blog, kisahnya cukup panjang. Setelah sekitar tujuh tahun semenjak aku membuat blog pertama, aku merasa kalau kemampuan menulisku masih kurang baik dan aku masih tergolong amatir. Alasannya cukup jelas, aku gak terlalu serius menulis dari dulu. Bisa dibilang berkecimpungnya diriku di blog hanya untuk mengisi w...